Sabun Kewanitaan Bikin Rahim Kering, Mitos atau Fakta?

Kamis, 17 Mei 2018 | 03:52 WIB Resik Aktif
Sabun Kewanitaan Bikin Rahim Kering, Mitos atau Fakta?

Oleh : dr. Ellen Theodora

Kemungkinan terjadinya kehamilan di tahun pertama tidak menyentuh angka 100%. Ketidaksuburan pria dan masalah rahim kering pada wanita hampir selalu dijadikan alasan sulitnya terjadi kehamilan. Padahal, setiap pasangan yang sudah menikah tentu mendambakan kehadiran sang buah hati.

Bicara tentang ketidaksuburan dan rahim kering, adabanyak mitos yang beredar terkait kedua hal tersebut. Salah satunya mengatakan bahwa sabun khusus kewanitaan dapat menyebabkan rahim kering. Padahal yang memengaruhi tingkat kesuburan adalah gaya hidup, keturunan, atau bisa juga karenaadanya infeksi

Secara anatomis, organ reproduksi wanita terdiri dari bagian luar dan bagian dalam, Bagian luar meliputi labia mayor, klitoris, hymen. Sedangkan bagian dalam mencakup vagina, rahim, tuba valopi, ovarium.

Pada bagian tersebut vagina kerap memproduksi cairan va

Oleh karena itu, terkadang sabun khusus kewanitaan digunakan untuk mencegah infeksi yang terjadi akibat bakteri jahat dari luar. Masalahnya, penggunaan sabun yang berlebihan justru dapat menyebabkan rahim menjadi kering. Itulah mengapa sabun kewanitaan perlu digunakan dengan bijaksana.

Untuk menjaga dan merawat area kewanitaan,lakukan pembersihan secara rutin dan teratur. Bila diperlukan, gunakan cairan pembersih kewanitaan yang terbuat dari bahan alami, seperti godokan daun sirih.

Pilih pembersih kewanitaan yang memiliki ph seimbang, yang sama dengan area kewanitaan Anda. Dengan begitu, penggunaan pembersih tersebuttetap aman bagi area kewanitaan Anda karena mampu menjaga flora normal atau bakteri baik di dalamvagina.

Ingat, gunakan sabun pembersih area kewanitaan dengan bijaksana. Bila terdapat keluhan tak biasa di area kewanitaan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepatdan terhindar dari risiko rahim kering.

[NP/ RH]