3 Cara Sehat Redakan Pertengkaran dengan Suami

Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:00 WIB Harmoni Cinta
3 Cara Sehat Redakan Pertengkaran dengan Suami

Dalam hubungan suami istri banyak hal yang perlu dikendalikan dengan bijaksana. Salah satunya adalah masalah yang disebut-sebut menjadikan pasangan suami dan istri lebih dewasa.

Namun jika dihadapkan pada masalah, tak sedikit pasangan yang justru mengedepankan egonya. Ya tak mau kalah. Satu sama lain malah menganggap dirinya menang. Padahal tidak demikian kan?

Nah, untuk meredakan pertengkaran dengan suami, sebenarnya ada sejumlah cara yang bisa kamu coba. Sederhana saja, namun memang tak semua pasangan bisa melakukannya.

  1. Jangan paksa diri jadi yang unggul
    Inilah yang dibahas diawal, merasa paling benar. Merasa bahwa sebagai istri tidak salah. Terapis hubungan, Dr. Gary Brown dari Los Angeles menjelaskan dalam memenangkan perdebatan yang terpenting adalah satu sama lain harus belajar saling memahami. Dengan kata lain, saat bertengkar cobalah untuk belajar, bukan berusaha yang paling benar.

    Selain itu, penting juga untuk belajar untuk mengendalikan emosi. Ketika nada bicara dan suara makin lantang saat berdebat, ada baiknya ambil jeda sejenak untuk menjernihkan pikiran.

  2. Tatap muka
    Tak sedikit pasangan suami istri melanjutkan pertengkarannya melalui pesan teks atau chat. Pesan teks itu dikirimkan dengan harapan, masalah cepat selesai. Padahal realitanya tak seperti itu dan cara kerja yang demikian kurang tepat.

    Kadang pertengkaran sulit dihentikan karena yang diselesaikan bukan akar penyebab masalahnya. Maka dari itu ada baiknya, kamu dan suami menyelesaikan masalah saling tatap muka. Berdiskusi dengan terbuka akan lebih mudah menyelesaikan masalah. Satu sama lain jadi lebih tahu, apa yang diinginkan dan disampaikan.

  3. Quality time
    Kamu dan suami sering bertengkar? Coba sama-sama mendamaikan hati dan pikiran, serta memperkuat ikatan dengan menghabiskan waktu berduaan alias quality time. Dengan melakukan hal ini, kalian bisa saling memberi prioritas dan menyadari bahwa ada yang lebih penting daripada terus menerus bertengkar.