Ingat 5 Hal Ini Agar Jima' Penuh Berkah

Selasa, 13 November 2018 | 01:58 WIB Cahaya Resik
Ingat 5 Hal Ini Agar Jima' Penuh Berkah

Bagi pasangan yang sudah resmi menikah tentu menantikan momen-momen berhubungan intim atau jima'. Dalam Islam, jima' merupakan bentuk ibadah dengan pahala yang besar. Karena itu, alangkah baiknya bila hubungan intim yang dilakukan berhasil mendapat berkah dari Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda: “Dalam hubungan intim suami-istri (antara kalian) itu termasuk sedekah.”

Para sahabat bertanya; “Kenapa sampai hubungan intim saja bisa bernilai pahala?”

Rasulullah SAW menjawab: “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim, no. 2376)

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat jima' Anda dan suami jadi penuh berkah. Dari sekian banyak adab jima' yang ada, simak lima poin berikut ini:

1. Membersihkan diri dan memakai wewangian

Sebaik-baiknya berhubungan intim itu dalam kondisi bersih. Kalau badan kotor, berkeringat, dan bau tentu membuat pasangan terganggu dan ogah-ogahan untuk berhubungan.

Selain badan bersih, lebih afdal lagi kalau memakai wangi-wangian.

“Empat macam di antara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi).

Memakai wewangian justru dianjurkan ketika akan melakukan hubungan dengan suami. Bukan ketika akan keluar rumah yang ternyata dilarang oleh Rasulullah.

“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina,” (HR Ahmad).

Tentunya keharuman seluruh badan yang mesti kita perhatikan, mulai dari kepala hingga ujung kaki, termauk bagian intim kita yang tersembunyi. Untuk kebersihan area kewanitaan dan bagiannya yang bebas bau tidak sedap, Anda bisa menggunakan Resik V Manjakani Whitening yang terbukti dari bahan alami dan halal. Berkat kandungan bengkoang dan buah Manjakani asli Persia yang ada di dalamnya, Resik V Manjakani Whitening dapat membuat area kewanitaan kencang dan cerah. Selain itu, Manjakani dan bengkoang juga terkenal memiliki zat anti bakteri yang dapat menghilangkan bau tidak sedap. Tentunya dengan area kewanitaan yang terjaga, kita dapat memuaskan suami.

2. Mengawali dengan perlakuan yang manis seperti kata-kata mesra atau melakukan foreplay dengan sentuhan yang lembut.

Islam mengajarkan jima' yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang, seperti ucapan romantis, ciuman, dan cumbu rayu.

Rasullah SAW bersabda: “Siapa pun diantara kamu, janganlah menyamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perentaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis”. (HR. Bukhori dan Muslim).

3. Di tempat tertutup dan tidak ada orang lain

Jima harus dilakukan di tempat tertutup dan tidak diketahui orang lain sekalipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Jika masih memiliki balita yang tidur sekamar, pastikan tidak melihat aktivitas Anda berdua dan untuk lebih amannya sebaiknya pindah ruangan.

Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Selain itu, kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.

4. Berdoa

Berdoa sangat penting sebelum melakukan jima’, terutama doa memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan dalam pelaksanaan jima'.

Bismillah Allahumma jannibnasy syaithana wa jannibisy syaithana ma razaqtanaa.”

Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah jauhkan kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”

5. Berwudhu jika mau mengulangi

Sebelum jima', disarankan untuk mandi dan bersikat gigi  agar memberikan kesegaran dan kenikmatan saat jima’. Jangan lupa jika setelah selesai jima’ dan masih ingin mengulangi lagi, sebaiknya kemaluan dicuci kemudian berwudhu.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim)

ARTIKEL TERKAIT